Senin, 19 November 2012

Diposting oleh : Ermawati Darmika (Palopo, Sulawesi Selatan)


: Posted on Senin, 19 November 2012 - 03.36

Bawang Bombay
Pasti Anda sudah sering mendengar atau membaca slogan "Back To Nature" yang gencar dipropagandakan oleh banyak media massa. Hal-hal tertentu yang tidak terjadi secara alami telah dituding sebagai pemicu banyak terjadinya bencana. Ketakutan terhadap penyakit mematikan menjadi penyebab utama. Misalnya resiko serangan penyakit jantung karena konsumsi makanan yang mengandung kolesterol dalam dosis yang berlebihan. Gara-gara fobia itu, Junk Food seperti Burger, French Fries dan Fried Chicken, ditolak masyarakat. Padahal pada seiris bawang bombay dalam setiap potong burger tersimpan obat ampuh Antikolestrol.

Menurut penelitian yang dilakukan Dr.Victor Gurewich dari Tufts University, Massachusetts - AS, mengungkapkan bahwa mengkonsumsi satu buah bawang bombay, terutama jenis putih & kuning setiap hari, dapat menekan kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan jumlah HDL (Kolesterol Baik) hingga 30%. Tak hanya itu, anggota bawang Bombay juga sangat baik dikonsumsi penderita penyempitan pembuluh darah & hipertensi, sebab kandungan allicin bawang Bombay bersifat antitrombotik. Artinya dapat mencegah terjadinya pembentukan plak darah secara berlebihan, aliran darah pun menjadi lancar.

Allicin yang dihasilkan bawang bombay mengandung serangkaian asam amino, mineral, seperti kalsium, mangaan, sodium, sulfur, vitamin C & E, minyak atsiri, yaitu sulfur & flavonoid, seperti quercetin, merupakan antioksidan yang mampu meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, sehingga dapat bekerja aktif dan efektif sebagai antivirus.

Bawang bombay dipercaya juga dapat meredakan pilek, sakit perut, hingga menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes dan dapat juga mencegah kanker. APDS (Allyl Propyl Disulphide) – salah satu bentuk sulfur, dapat mencegah pemecahan insulin di hati, serta merangsang produksi insulin oleh pancreas sehingga dapat menekan kadar gula dalam darah. Menurut National Center Institute - USA, orang yang banyak menyantap bawang bombay memiliki resiko terkena kanker perut lebih rendah 50% dibanding yang tidak. Mengkonsumsi kerabat bawang putih ini setiap
hari dapat juga menekan serangan Osteoporosis.

Bawang bombay telah dimanfaatkan oleh Bangsa Mesir & India sejak 4.000 tahun silam. Alkisah, digunakan 9 ton emas untuk membeli bawang bombay sebagai bahan makanan bagi para pekerja pembuat piramida, karena dipercaya sebagai sumber energi. Hippocrates – tabib zaman Yunani Kuno menyebutkan ‘Dungari’ atau bawang bombay, sebagai diuretik, obat radang paru-paru dan penyembuh luka. Selain itu sari bawang bombay dengan dua sendok teh madu, merupakan obat batuk yang paling manjur. Satu sendok teh sari bawang bombay ditambah satu sendok teh cuka dibalurkan di kulit sebagai obat lebam / memar. Selain itu dipercaya bahwa dengan meletakkan irisan bawang bombay ini di bawah bantal tidur akan menyebabkan tidur menjadi lebih nyenyak.

majalah trubus

Share this article :
Artikel kesehatan terkait :

Copyright © 2013. Medical Line | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Medical Line