Minggu, 09 Juni 2013

Diposting oleh : Ermawati Darmika (Palopo, Sulawesi Selatan)


: Posted on Minggu, 09 Juni 2013 - 03.10

Informasi Kesehatan: Ibu yang terserang penyakit flu saat sedang hamil memiliki kemungkinan besar kan melahirkan anak yang memiliki gangguan bipolar. Kemungkinan melahirkan anak yang menderita gangguan bipolar menjadi empat kali lebih besar pada ibu yang terserang flu saat masa kehamilan. Oleh karena itu, para ahli berpendapat sebaiknya ibu mendapatkan vaksinasi anti-flu pada saat kehamilan.
Ibu Hamil Terserang Flu. Medical Line
Waspada, Flu Saat Hamil Bisa Sebabkan Gangguan Bipolar

Anda yang sedang hamil dan terkenal flu, berhati-hati dan cepatlah berobat. Sebuah penelitian dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) menyebutkan bahwa ibu hamil yang terkena flu empat kali beresiko melahirkan anak dengan gangguan bipolar. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa schizophrenia (gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional, dan tingkah laku) juga berkaitan dengan influenza, saat sang ibu sedang hamil tua. "Ibu-ibu hamil harus mengambil langkah pencegahan, seperti segera mengobati flu begitu mendekati kelahiran, dan menghindari kontak dengan orang yang terkena influenza," kata Alan Brown, dari Universitas Columbia dan Institut Psikiatri Negara bagian New York, AS, sebagaimana dilaporkan sciencedaily.com dan dikutip Antara.

Menurut Brown, vaksinasi flu pada ibu hamil akan lebih mujarab dalam menurunkan risiko bayi terkena gangguan bipolar. Subyek yang diteliti, yakni anak-anak yang dilahirkan di California utara pada 1959-1966, sepertiga atau 92 orang di antaranya menderita gangguan bipolar. Pada saat bersamaan, ada sekitar 722 kehamilan yang didiagnosis disertai flu. Risiko terkena gangguan bipolar akan mencapai empat kali jika ibu hamil menderita flu. Namun akan lebih tinggi lagi jika flu menyerang pada tiga bulan kedua atau ketiga kehamilan.

Studi juga menunjukkan jika ibu hamil terserang flu pada paruh pertama kehamilannya maka risiko anak terkena schizophrenia mencapai tiga kali lipat. Autisme (satu bentuk gangguan perkembangan pada anak) juga dikaitkan dengan virus kehamilan pada tiga bulan pertama kehamilan dan kemungkinan ada kaitannya dengan meningkatnya molekul peradangan. "Riset berikutnya mesti menyelidiki apakah faktor risiko lingkungan yang sama bisa meningkatkan gangguan-gangguan lainnya, tergantung pada bagaimana gangguan prakelahiran berdampak pada perkembangan otak bayi," kata Brown.

Penyebab gangguan bipolar hampir sama dengan penyebab schizophrenia. Contohnya, keduanya memiliki gejala sama di awal pertumbuhan bayi, kerentanan gen, terjadi pada keluarga yang sama, menyerang satu persen dari total penduduk, menunjukkan perilaku kegilaan dan merespons pengobatan antikegilaan.

Hasil penelitian ini akan menjadi landasan untuk pengklasifikasian sistem prilaku mental terbaru yang didasarkan pada sirkuit otak dan mekanisme dimensional yang memangkas kategori diagnosis tradisional.

www.gatra.com

Share this article :
Artikel kesehatan terkait :

Copyright © 2013. Medical Line | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Medical Line