Rabu, 04 Juli 2012

Diposting oleh : Ermawati Darmika (Palopo, Sulawesi Selatan)


: Posted on Rabu, 04 Juli 2012 - 19.37

Batuk Pada Anak-anak
Batuk, salah satu gejala penyakit yang cukup sering menyerang pada anak. Batuk merupakan gerak reflek alami untuk melindungi tubuh dengan membersihkan saluran pernapasan dari material yang tidak diinginkan, baik bahan-bahan asing maupun hasil sekresi alami yang berlebihan. Batuk dapat digolongkan menjadi dua, yaitu batuk produktif (produksi dahak atau mucous dari saluran pernafasan) dan tidak produktif (batuk kering dan tidak ada produksi dahak atau mucous). Berdasarkan lamanya serangan, batuk dibagi menjadi akut (durasi kurang dari 3-8 minggu) dan kronik (durasi lebih dari 3-8 minggu).

Sebagian besar kasus batuk pada anak tidak memerlukan perhatian khusus / tidak perlu dikhawatirkan. Adapun batuk yang memerlukan perhatian khusus / pertolongan dokter, apabila batuk tersebut disertai kesulitan bernafas atau sesak nafas, warna kebiruan atau kehitaman pada bibir, wajah, atau lidah, demam tinggi terutama pada anak usia ≤ 3 bulan, batuk terus menerus lebih dari beberapa jam (usia ≤ 3 bulan), terdengar suara "hoop" saat bernafas setelah batuk, batuk berdarah, suara bising saat menarik nafas, suara "ngik-ngik" saat mengeluarkan nafas, lesu atau cepat marah.

Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus, sehingga tidak diperlukan antibiotic untuk pengobatannya. Antibiotik diberikan apabila dicurigai bakteri pneumonia atau bakteri lain sebagai penyebab batuk. Obat-obatan pereda gejala (simtomatik) diperlukan bila batuk tersebut sampai mengganggu tidur anak. Obat-obatan tersebut digunakan terbatas karena dapat memberikan efek samping yang berbahaya bagi bayi dan balita.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan di rumah untuk membuat anak merasa lebih nyaman saat terserang batuk, diantaranya adalah :
  1. Jika anak menderita asma, orang tua harus sudah mendapat instruksi dari dokter bagaimana manajemen asma di rumah, awasi perkembangan gejala, berikan obat2an asma berdasarkan instruksi dokter. 
  2. Jika anak terbangun di tengah malam karena batuk yang menyalak atau disertai sesak nafas, berikan udara hangat disekitar anak, hal ini dapat dilakukan dengan bernafas di uap air panas, baluri punggung dan dadanya dengan krim yang memberikan rasa hangat atau minyak kayu putih, atau bila di kamar mandi terdapat shower air panas, nyalakan shower tersebut beberapa menit sampai suhu didalam ruangan menghangat, ajak anak untuk berada di ruangan tersebut selama lebih kurang 20 menit.
  3. Hindari minuman dingin, yang mengandung soda atau asam, karena dapat menyebabkan rasa perih pada tenggorokan.
  4. Jangan berikan obat-obatan simtomatik / pereda gejala batuk yang dijual bebas untuk bayi atau anak yang berumur dibawah 2 tahun tanpa instruksi spesifik dari dokter, karena kebanyakan obat-obatan tersebut menekan batuk sementara penyakit-penyakit saluran pernafasan terkadang mensekresi banyak lendir yang perlu dikeluarkan / dibersihkan melalui batuk. Sebab jika sekresi tersebut menumpuk di saluran pernafasan maka hal ini dapat sangat berbahaya bagi anak.
  5. Jauhkan anak dari asap rokok.


Share this article :
Artikel kesehatan terkait :

Copyright © 2013. Medical Line | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Medical Line