Sabtu, 11 Mei 2013

Diposting oleh : Ermawati Darmika (Palopo, Sulawesi Selatan)


: Posted on Sabtu, 11 Mei 2013 - 05.22

Info Kesehatan: Konstipasi adalah istilah untuk menyebutkan salah satu gangguan pada pencernaan yang ditandai dengan berkurangnya atau penurunan motilitas (aktivitas gerak pada usus) yang mengakibatkan pasien mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB). Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya. Baca artikel kesehatan ini pada weblog Medical Line, diposting oleh Ermawati Darmika, pekerja medis (bidan) pada RSUD Sawerigading, Palopo, Sulawesi Selatan.
Konstipasi. Medical Line
Konstipasi

Konstipasi adalah masalah pada pencernaan yang umum terjadi. Pada orang dengan konstipasi sering mengalami sensasi pergerakan pada usus dan sulit buang air besar. Orang yang buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu dengan tinja yang cenderung kering ada kemungkinan mengalami konstipasi.

Banyak kasus konstipasi bersifat sementara. Perubahan gaya hidup dengan makan lebih banyak serat dan berolahraga akan membantu menghilangkan konstipasi. Konstipasi juga dapat diobati dengan obat pencahar tanpa resep yang dijual bebas.

Gejala Konstipasi

Tanda dan gejala konstipasi antara lain:
  • Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu
  • Sulit buang air besar
  • Tekanan pada perut yang menyiksa saat terjadinya pergerakan pada usus
  • Perasaan terjadi penyumbatan pada dubur
  • Perasaan tidak selesai setelah buang air besar
Penyebab Konstipasi

Normalnya tinja di dalam usus didorong dengan kontraksi otot usus. Pada usus besar air dan garam diserap kembali karena penting bagi tubuh. Tetapi ketika usus besar menyerap terlalu banyak air, atau kontraksi otot usus besar lambat maka tinja akan menjadi keras dan kering sehingga pergerakan pada usus besar menjadi terlalu lambat. Anda mungkin juga mengalami konstipasi jika otot yang digunakan untuk menggerakkan usus tidak berfungsi secara benar. Masalah ini disebut anismus.

Sejumlah faktor yang menyebabkan antara lain:
  • Kekurangan cairan atau dehidrasi
  • Kekurangan serat pada makanan
  • Kurangnya aktifitas fisik (khususnya pada orang tua)
  • Irritable bowel syndrome
  • Perubahan gaya hidup atau rutinitas, termasuk hamil, penuaan dan perjalanan
  • Sakit
  • Sering menggunakan atau penyalahgunaan obat pencahar
  • Penyakit tertentu, seperti stroke, diabetes, thyroid disease dan Parkinson's disease
  • Masalah pada usus besar dan dubur, seperti penyumbatan usus atau diverticulosis
  • Obat tertentu
  • Gangguan hormon, seperti tidak aktifnya kelenjar tiroid
  • Kerusakan pada kulit dubur dan ambeien
  • Hilangnya kadar garam di dalam tubuh karena muntah atau diare
  • Cedera pada syaraf tulang belakang, yang dapat berefek pada usus
Pada kasus yang langka, konstipasi dapat menjadi tanda bahwa anda mengalami kondisi medis yang serius, seperti kanker usus besar, gangguan hormon atau gangguan pada autoimun. Pada anak-anak, konstipasi dapat mengindikasikan hirschsprung disease – kondisi hilangnya sel syaraf bawaan sejak lahir.

Faktor risiko

Anda lebih berpeluang mengalami konstipasi jika:
  • Orang tua
  • Posisi duduk secara terus-menerus
  • Tinggal di tempat tidur (ketika akan bersalin)
  • Makan makanan rendah serat
  • Kekurangan cairan
  • Menggunakan obat tertentu, termasuk sedatives, narkotik atau pengobatan tertentu untuk menurunkan tekanan darah
  • Sedang menjalani chemotheraphy
Wanita lebih sering mengalami konstipasi daripada laki-laki dan anak-anak lebih sering mengalami konstipasi daripada orang dewasa. Jika anda sedang hamil, anda mungkin mengalami konstipasi karena perubahan hormon. Setelah melahirkan, tekanan pada usus dari uterus yang membesar juga dapat menyebabkan konstipasi.

Pencegahan Konstipasi
  • Makan makanan kaya serat
  • Batasi makanan rendah serat
  • Minum yang cukup
  • Rutin berolahraga
  • Tidak menunda ketika ingin buang air besar
  • Coba suplemen berserat
  • Berhati-hati dalam memilih obat pencahar
Pengobatan Konstipasi

Pengobatan dan peredaan konstipasi secara alami dapat dilakukan dengan pengubahan pola makan menjadi lebih sehat, rajin berolahraga, memijat perut dan punggung, minum air putih sebanyaknya, meminum minuman prebiotik dan probiotik, atau membiasakan diri untuk buang air besar setiap hari dengan membuat jadwal buang air besar yang disebut bowel training. Terapi tertawa juga dapat dilakukan, karena dengan tertawa otot perut secara refleks bergerak sehingga perut terpijat sehingga merangsang gerakan peristaltik usus dan melancarkan buang air besar.

Konstipasi dapat juga diredakan atau diatasi dengan merendam kaki ke dalam air dingin. Kaki direndam sampai terasa cukup dingin. Terapi ini juga dapat mengatasi kaki pegal, pendarahan hidung, dan insomnia.

Sedangkan dengan cara sedikit dipaksa yang biasanya untuk penderita obstipasi, yaitu dengan mengonsumsi obat pencahar disebut laksatif (yang kadang-kadang menyebabkan perut terasa melilit berlebihan, tinja berbentuk cair, atau bahkan ketergantungan obat pencahar), penghisapan tinja atau feses dengan alat khusus, terapi serat, dan pembedahan (walaupun pilihan ini cukup jarang dilakukan).

Agar penderita konstipasi dapat cepat sembuh, maka penderita dilarang:
  • Menahan buang air besar
  • Mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas
  • Makan dalam porsi yang banyak
  • Meminum minuman yang berkafein dan minuman ringan
health.kompas.com, wikipedia.org

Share this article :
Artikel kesehatan terkait :

Copyright © 2013. Medical Line | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Medical Line